BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Rabu, 16 Desember 2009

Commissioner Turun, NBL Menang

Kee Hian Lengkapi Sukses dengan Menjadi Top Scorer

SURABAYA - Ada berkah tersembunyi dari badai cedera yang dialami Malaysia NBL Selection di RP7 Surabaya International Challenge (SIC) 2009. Dalam pertandingan kedua melawan Garuda Flexi Bandung di DBL Arena kemarin (5/12), tim besutan The Choon Yen itu tidak bisa menurunkan forward Tan Kian Hoong. Bukan itu saja, kondisi forward lainnya, Ooi Ban Sin, dan center Frederick Canlas tidak maksimal.

Dalam kondisi darurat tersebut, Choon Yen tidak punya pilihan selain meminta Tan Kee Hian untuk masuk skuad. Siapa Kee Hian?

Dia tidak lain adalah commissioner NBL, liga profesional Malaysia. Pria berusia 37 tahun itu adalah salah seorang pemain terbaik dalam sejarah negeri jiran tersebut. Meski demikian, dia sama sekali tidak punya persiapan untuk terjun ke lapangan. Bahkan, namanya tidak masuk roster tim NBL.

“Jangankan masuk roster, saya ke sini hanya berniat mendampingi mereka. Bahkan, saya tidak bawa baju dan sepatu basket. Itu semua pinjaman,” tutur Kee Hian lantas tersenyum. “Saya juga sudah tidak berlatih sekitar tiga tahunan,” lanjutnya.

Namun, dia tidak sampai hati melihat skuad NBL yang compang-camping. Dia mau main setelah mendapatkan pinjaman jersey dan sepatu. Jersey bernomor delapan yang dia pakai adalah milik Kian Hoong. Karena nama pertama mereka sama, Tan, dan inisial kata berikutnya sama, K dan H, tidak kentara bahwa itu jersey pinjaman dengan tertulis Tan K.H.

Siapa sangka, bergabungnya Kee Hian dalam tim menambah kekuatan NBL secara signifikan. Dengan usia yang begitu senior, pergerakannya masih oke. Teknik yang dikuasai semasa aktif main masih terjaga. Dari tim yang menjadi bulan-bulanan Darwin Airport Resort All-Star pada laga pertama, NBL Selection sukses mengalahkan Garuda dengan skor 81-75. Padahal, dari kuarter ke kuarter Garuda selalu leading.

Namun, soal stamina, Kee Hian memang sadar bahwa staminanya sudah menurun. Pria yang pensiun pada 2006 itu lebih mengandalkan pergerakan efektif yang smart. Beberapa kali aksinya berhasil membuka jalan NBL untuk mencetak angka. Itu paling tampak di kuarter ketiga dan keempat. Dengan cerdik, dia sering mengecoh center Garuda Cokorda Raka untuk meninggalkan daerah kekuasaannya. Poin demi poin lantas dikumpulkan NBL.

Kee Hian melengkapi aksi gemilang malam tersebut dengan menjadi top scorer timnya. Dia mendulang 14 poin. Dia hanya kalah dua poin dari I Made “Lolik” Sudiadnyana yang menjadi top scorer pertandingan. Ternyata, Kee Hian tidak menyadari bahwa perannya begitu besar buat kemenangan tim.

“Masak saya top scorer?” ujar dia tak percaya. “Yang kami lakukan tadi (kemarin, Red) hanyalah mematikan pergerakan (Mario) Wuysang. Maka, ketika dia kena foul trouble di kuarter keempat, kami lebih mudah mencetak poin. Menurut saya, itu hasil kerja sama seluruh tim,” ucap dia.

Dengan penampilan ciamik itu, apakah Kee Hian berniat tampil lagi di pertandingan pemungkas melawan CLS Knights malam nanti? “Entah ya, kalau memang diminta, saya akan main. Saya hanya ingin membantu NBL, tidak ada niat unjuk gigi atau semacamnya,” papar Kee Hian.

Rabu, 09 Desember 2009

DUNK FREER PUKAU SURABAYA

On December - 5 - 2009

Lakukan Alley-Oop Pertama di DBL Arena

SURABAYA - Aksi-aksi memukau langsung tersaji di hari pertama RP7 Surabaya International Challenge (SIC) 2009 di DBL Arena kemarin (4/12). Yang paling dahsyat adalah two handed dunk bintang Darwin Airport Resort All-Star Nick Freer dalam pertandingan melawan Malaysia NBL Selection.

Menerima umpan alley-oop dari Jarrod Sheppard di sisi kiri lapangan pada pertengahan kuarter ketiga, pemain yang berposisi forward itu dengan sempurna menceploskan bola ke ring lewat dunk bertenaganya.

Alley-oop adalah salah satu aksi yang paling memukau dalam pertandingan basket. Dibutuhkan skill dan timing yang bagus dari dua pemain yang melakukannya. Si pengumpan melepaskan umpan melewati atas ring. Kemudian, sang penerima umpan menyambut bola dengan melompat dan langsung membukukan poin. Alley-oop kolaborasi Jarrod dan Freer kemarin sangat istimewa karena diakhiri dengan two handed dunk. Freer semakin sempurna karena menjadi top scorer laga itu dengan 30 poin.

Tak pelak, aksi Freer tersebut mendapatkan pujian Azrul Ananda, commissoner DBL Indonesia, penyelenggara RP7 SIC. “Alley-oop yang dilakukan Jarrod bersama Freer tadi (kemarin, Red) menjadi sejarah tersendiri di DBL Arena Surabaya yang selesai dibangun Juli 2008. Itu adalah kali pertama aksi hebat tersebut dilakukan di gedung ini,” puji Azrul.

Tidak hanya menyuguhkan aksi-aksi memukau, Darwin All-Star juga mengakhiri pertandingan tersebut dengan kemenangan besar 105-65.

Kemenangan itu terbilang istimewa. Sebab, sejak awal Darwin tidak turun dengan kekuatan penuh. Salah seorang pemainnya, Bayi Handy, terpaksa tidak bisa masuk skuad lantaran kondisinya tidak fit. Padahal, dia diplot menjadi pengganti Jarrod yang baru pulih dari cedera engkel ringan.

Dilihat dari permainan, Darwin memang unggul segalanya atas tim asal negeri jiran tersebut. Mulai postur tubuh hingga organisasi antarpemain yang cukup rapi. Keunggulan itu membuat Darwin leluasa menerapkan strategi apa pun.

Itu sudah tampak sejak kuarter pembuka. Dengan menerapkan zone defense ketat, tim asal Darwin, Northern Territory Australia, itu sukses mematikan alur serangan NBL. Apalagi, akurasi tembakan tiga angka para pemain NBL yang dibesut Teh Choon Yen tersebut sangat buruk. Sehingga, di kuarter pertama Marcus Ch’ng dkk merajalela dan langsung leading 21-7.

“Kami memaksimalkan semua potensi dengan baik. Defense dan offense sangat bagus. Komunikasi juga lancar. Game ini cukup berat, tapi menyenangkan,” papar Murray Brown, manajer Darwin All-Star, setelah pertandingan.

“Ini ujian yang bagus untuk skuad kami. Anak-anak bisa menikmati permainan. Semakin mereka nyaman, mereka bisa mengeluarkan kemampuan terbaik,” lanjut Brown.

Ucapan Brown tidak salah. Setelah unggul 53-22 di kuarter kedua, Ch’ng dkk kian menunjukkan dominasi. Puncaknya terjadi di pertengahan kuarter ketiga, saat kolaborasi Jarrod dengan Nick Freer sukses melakukan alley oop cantik.

Di kuarter penentu, Don Sheppard yang merasa aman menarik sejumlah pemainnya. Yakni, Simon Conn, Freer, dan Jarrod. Itu dimanfaatkan oleh NBL. Mengandalkan duet guard Ooi Ban Sin dan Gan Hong Hoong, mereka mengumpulkan poin lewat tembakan tiga angka. Namun, kondisi telat panas itu membuat mereka gagal mengejar ketertinggalan.

Kubu NBL dengan lapang dada mengakui kekalahan tersebut. “Yang bisa saya katakan, kami menghadapi tim yang sangat hebat. Semua kredit layak disampaikan kepada mereka,” kata asisten pelatih NBL Paul Daniel.

Menurut Daniel, timnya juga tidak bisa dibilang komplet. Beberapa pemain sedang tidak fit. Dampaknya baru terasa di kuarter terakhir, ketika dua forward NBL kena foul out.

“Tidak ada yang salah dengan tim ini. Hanya, lawan memang sangat kuat. Harapan kami tinggal mencuri angka dari dua tim Indonesia. Meskipun, saya dengar mereka juga sangat kuat,” tutur Daniel.

Kamis, 03 Desember 2009

Datang, Langsung Latihan

kemarin tanggal 03 12 09 Peserta RP7 SIC Serbu Kota Pahlawan

SURABAYA - Empat kontestan RP7 Surabaya International Challenge (SIC) 2009 akan memanasi “mesin perangnya” hari ini. Kecuali Malaysia NBL Selection, seluruh kontestan bakal menghelat latihan di DBL Arena Surabaya yang menjadi venue even basket profesional internasional pada 4-6 Desember itu.

CLS Knights yang merupakan kebanggaan Kota Pahlawan bakal jadi tim pertama yang menjajal lapangan DBL Arena Surabaya. Agustinus Indrajaya dkk akan menggeber latihan di gedung basket termegah di Surabaya itu selama dua jam, mulai pukul 08.00.

Garuda Flexi Bandung tidak kalah bersemangat. Meski baru tiba di Surabaya pada pukul 09.40, Denny Sumargo dkk berencana langsung berlatih di DBL Arena pada pukul 14.00-16.00. Latihan itu cukup penting karena Garuda belum pernah bermain di DBL Arena. Hanya I Made “Lolik” Sudiadnyana yang pernah bermain di sana, ketika membela Bhinneka Solo pada SIC 2008.

Darwin Airport Resort All-Star juga tak mau berleha-leha. Meskipun menjadi salah satu tim yang diunggulkan, mereka tak ingin terlena dengan status itu. Tim asal Australia tersebut bakal menjajal lapangan pada pukul 10.30-12.00. Seperti Garuda, skuad Darwin Airport Resort All-Star baru menginjakkan kaki di Surabaya pada pukul 09.00.

“Kami memang tidak boleh santai menghadapi even tersebut. Apalagi, itu adalah even internasional. Kami juga membawa nama negara di kejuaraan tersebut. Hanya beristirahat sebentar bukan masalah bagi kami,” terang Raoul Miguel Hadinoto, pelatih Garuda.

NBL tidak bisa menjajal lapangan karena baru tiba di Kota Pahlawan malam. Untung, beberapa pemain yang turun di SIC 2008 dipertahankan. Salah seorangnya adalah Tan Kian Hoong.

Sementara itu, semangat esktra diusung Lolik. Dia bertekad menjadikan RP7 SIC sebagai ajang penebus dosa. Itu seiring dengan aksi mundur Bhinneka Solo pada SIC 2008. Meski bukan orang yang mengambil keputusan tersebut, dia adalah pemain yang berpengaruh di tim kala itu.

“Saya ingin penonton terkesan dengan permainan yang kami peragakan, bukan aksi anarkistis. Saya berharap kejadian tersebut tak terulang. Kejadian 2008 saya harapkan menjadi yang pertama dan terakhir. Apalagi, itu kan even yang bisa dikatakan turut berpengaruh terhadap nama Indonesia,” ucap Lolik.

Ya, SIC 2008 memang ternoda dengana aksi anarkistis. Pelakunya adalah pemilik Bhinneka, Halim Sugiarto. Dia menyerang wasit karena tidak puas dengan keputusan wasit dalam pertandingan melawan CLS Knights.

Mengenai kekuatan lawan, Lolik cukup optimistis Garuda mampu berbuat banyak. Menurut dia, Garuda bisa mengambil poin saat bersua CLS serta wakil Malaysia, NBL Selection.

“Kalau pemain lokal Malaysia, mungkin tingginya hampir sama dengan kami. Yang harus diwaspadai adalah pemain asing mereka dari Filipina dan Afrika,” tambah pebasket berambut gondrong tersebut

Sabtu, 28 November 2009

IBL Jalan tanpa Sponsor Utama

Tak Singgahi Pontianak dan Medan, Jadi Jakarta Sentris

Masalah keuangan pelik menerpa Indonesian Basketball League (IBL) 2009. Dalam rapat Dewan Komisaris IBL di Jakarta kemarin (12/1), kompetisi basket paling bergengsi di tanah air itu akhirnya diputuskan bergulir tanpa sponsor utama.

Hingga sepekan menjelang start IBL 2009 pada 22 Januari nanti, promotor Mahaka Sports dan TVOne tidak kunjung menemukan sponsor utama. Karena itu, jika sebelumnya selalu ada embel-embel salah satu mereka rokok pada titel IBL, musim ini tidak akan ada lagi.

Tanpa sponsor utama, praktis dukungan keuangan untuk IBL 2009 menurun drastis. Promotor pun mau tidak mau harus menghemat. Cara yang dipilih, ternyata, begitu menyakitkan. Meski berlabel kompetisi basket paling bergengsi di Indonesia, IBL 2009 hanya akan berkutat di Jawa. Pontianak dan Medan yang menjadi home base Citra Satria dan Angsapura dipastikan tidak disinggahi IBL 2009.

Sebaliknya, IBL akan terkesan Jakarta sentris. Selain menjadi tuan rumah seri pembuka, rencananya mereka akan kedatangan IBL dua seri lagi menjelang berakhirnya babak reguler.

“Kami tetap mempertahankan 90 game pertandingan pada IBL kali ini, seperti musim lalu. Tapi, untuk mengurangi pengeluaran, kami akan mengurangi jumlah kota yang dilewati,” ungkap Hasani Abdulgani, direktur Mahaka Sports, setelah rapat Dewan Komisaris IBL di Jakarta kemarin (13/1).

Sebenarnya, menurut Hasani, ada dua investor yang mau menjadi pengganti Sampoerna A Mild yang sejak 2003 menjadi mitra utama IBL. Namun, harga yang mereka tawarkan dianggap tidak cukup untuk menjadi sponsor utama.

Akibat krisis sponsor itu, tidak hanya babak reguler yang “dikekang”. Laga all star yang menampilkan pertarungan pemain terbaik musim ini belum terjadwal dalam agenda IBL.

Namun, Hasani membantah bahwa upaya penghematan itu akan manjatuhkan kualitas kompetisi. Medan dan Pontianak, menurut dia, tetap bisa menjadi tuan rumah IBL 2009 jika tim mereka lolos ke playoff. “Kami akan berlakukan sistem home-away untuk babak playoff. Ini sistem baru agar tim-tim tak terlalu bergantung kepada sponsor,” jelas pria berkacamata itu.

Namun, Angsapura belum bisa menerima keputusan tersebut dengan lapang dada. Peluang menjadi tuan rumah melalui jalur playoff seolah menjadi mission impossible bagi mereka. Di tengah dominasi tim-tim Jawa, selama ini mereka sudah cukup puas untuk tidak menjadi tim juru kunci. Karena itu, tuan rumah babak reguler sangat berharga bagi pencinta basket di Medan untuk menyaksikan pertandingan basket kelas nasional. “Seharusnya, promotor mengajak kami duduk satu meja untuk menentukan tuan rumah seri reguler. Kenapa mereka memutuskan sendiri?” keluh Amran Andy Sinta, general manager Angsapura.

Selain penyempitan sebaran IBL, tidak adanya sponsor utama itu membuat promotor mengurangi subsidi untuk tim. Promotor tidak mau menyebutkan nilainya. Namun, sebagai gambaran, tahun lalu Bhinneka Solo yang lolos empat besar mendapat subsidi untuk transportasi pergi-pulang Rp 600 ribu per orang ke Jakarta. Akomodasi hotel Rp 270 ribu per kamar. (Jawa Pos)

Selasa, 24 November 2009

Awas, Malaysia Lebih Kuat

Demi Pertahankan Gelar, Turunkan NBL Selection pada RP7 SIC 2009

Gerak cepat dilakukan National Basketball League (NBL) Malaysia. Liga basket tertinggi di Negeri Jiran itu kemarin sudah memastikan tim yang akan diterjunkan pada RP7 Surabaya International Challenge (SIC) 2009. Dalam even di DBL Arena pada 4-6 Desember tersebut, mereka akan menurunkan Malaysia NBL Selection.

Sesuai dengan namanya, tim itu nantinya akan diperkuat pemaim-pemain terbaik dari NBL. Itu mereka lakukan demi mempertahankan gelar juara yang mereka rebut pada edisi pertama SIC tahun lalu. Saat itu, Malaysia menurunkan Segamat Johor. Besar kemungkinan, NBL Selection lebih kuat dari Segamat.

”Tim ini akan berisi pemain pilihan dari tim-tim yang ada di NBL Malaysia. Kami tentu berharap bisa meraih hasil maksimal di Surabaya International Challenge,” ujar Kee Tan, commissioner NBL Malaysia.

Menurut Kee Tan, saat ini proses seleksi tim NBL Selection sedang berlangsung. Sepekan ke depan susunan tim lengkap bisa diumumkan. Tapi, saat ini sudah ada beberapa pemain hebat yang telah dipilih. Diantaranya adalah Ooi Ban Sin dari tim Perak Farcochem dan Tan Kian Hoong dari Segamat Johor.

”Ooi Ban Sin adalah salah seorang point guard terbaik Malaysia saat ini,” ungkap Kee Tan.
Tan Kian Hoong tidak kalah istimewa. Tahun lalu, pemain serba bisa dengan tinggi 192 cm itu ikut mengantarkan Segamat Johor menjadi juara SIC. Catatan tambahan, pemain berambut lurus itu pada 2006 juga menjadi MVP final NBL.

Seperti tahun lalu, NBL Selection juga akan diperkuat pemain asing. Bedanya, kalau tahun lalu satu saja asal Amerika, tahun ini mereka akan menurunkan dua pemain impor sekaligus. ”Seorang dari Filipina, seorang lagi dari Australia,” jelas Kee Tan.

Filipina memang kiblat basket Asia Tenggara. Selama ini mereka kerap mengekspor pemain ke negara-negara tetangga termasuk Indonesia, ketika beberapa tahun lalu IBL menggunakan pemain asing. Soal pemain Australia, mereka juga tidak bisa diremehkan. Sebab, negeri di belahan selatan itu memiliki tradisi olahraga yang bagus hampir di semua cabang.

Dengan konfirmasi NBL Selection, lengkap sudah formasi empat tim RP7 SIC 2009. Tiga tim lain adalah Darwin Airport Resort All-Star serta dua raksasa Indonesia Garuda Flexi Bandung dan tuan rumah CLS Knights Surabaya.

”Kami senang dengan keputusan Malaysia mengirimkan NBL Selection. Ini menambah jajaran tim kuat yang akan berlaga di RP7 SIC 2009,” ujar Masany Audri, general manager DBL Indonesia, penyelenggara RP7 SIC. ”Semoga penampilan mereka bisa menghibur penggemar basket di Surabaya,” tambahnya.

RP7 SIC 2009 tidak hanya akan menyajikan pertandingan basket berkelas internasional. Di hari terakhir even tersebut (Minggu, 6 Desember), para pemain akan unjuk kebolehan dalam RP7 Slam Dunk Contest, Flexi Three Point Contest, dan Beat Speed Challenge.

  1. Surabaya International Challenge diadakan kali pertama oleh DBL Indonesia pada 2008. Pada tahun kedua ini, RP7 sebagai produk pelumas multi-purpose menjadi tittle partner. Selain RP7, Flexi dan Honda juga hadir sebagai official partner. (ru/ang)

Kamis, 19 November 2009

Kisah Pemain-Pemain Junior Berbadan Senio

Gampang Rebound, tapi Harus Jongkok saat Masuk Sedan

Tinggi badan anak SMP yang wajar adalah 150–170 cm. Tapi, Honda DBL Jr 2009 punya stok istimewa. Beberapa peserta kompetisi itu memiliki tinggi badan di atas 180 cm. Di lapangan, mereka jelas jadi andalan. Tapi, seperti apa kisah mereka di luar lapangan? Usia Kevin Putra Tiara belum 15 tahun. Cowok kelahiran 4 April 1995 tersebut baru saja naik ke tingkat terakhir di SMP Ciputra Surabaya. Tapi, ukuran tubuh Kevin luar biasa. Tingginya mencapai 195 cm!

Dengan tubuh setinggi itu, dia memutuskan untuk menekuni basket begitu masuk SMP. ”Disaranin sama Papa. Kata dia, kalau punya badan yang tinggi, rebound-nya bisa bagus. Sama teman-teman juga diajak main basket,” katanya. Sejak tahun lalu, Kevin berpartisipasi dalam kompetisi SMP Honda DBL. Tahun ini, dia kembali terdaftar sebagai peserta dan masuk tim inti. Posisi forward dia sandang saat membela Ciputra di lapangan.

Namun, ada satu hal yang bikin Kevin capek sebelum bertanding di Honda DBL Jr 2009. Yakni, masa-masa briefing sebelum masuk lapangan. Sebab, tinggi ruang ganti pemain dan tinggi badannya hampir sama. Kepalanya harus terus menunduk jika tak ingin terbentur. Selain ruangan berlangit-langit rendah, Kevin punya satu ”musuh” lagi. Yakni, mobil sedan. Dia punya pengalaman buruk dengan mobil beratap rendah tersebut. Saat berlibur bersama keluarga ke Jakarta pada September lalu, dia hendak jalan-jalan naik sedan. Seluruh keluarganya sudah masuk mobil. Hanya Kevin yang tersisa.

Karena itu, dia menjalankan prosedur singkat untuk naik sedan. Yakni, menunduk rendah, jongkok, baru kemudian duduk. Malangnya, saat jongkok, celana jins yang dipakainya sobek. ”Mungkin, karena mobilnya pendek banget, aku harus jongkok lebih rendah. Makanya, celanaku sampai sobek. Aku langsung turun dan ganti celana. Duh, malunya,” ujar Kevin. Dia juga mengalami trauma. Dia ogah jika harus bepergian naik sedan.

Tinggi badan ekstra juga dimiliki Vincent Rivaldi Kosasih. Tinggi Vincent hanya sedikit di bawah Kevin, yakni 194 cm. Di sekolahnya, SMP Cita Hati Surabaya, dia merupakan murid yang paling tinggi. Padahal, dia masih kelas VIII. Usianya juga belum 14 tahun. Kisah Kenny Edison lain lagi. Dengan tinggi badan yang mencapai 187 cm, center tim putra SMP Angelus Custos 1 Surabaya tersebut mengaku lebih leluasa bermain basket. Termasuk melakukan gerakan-gerakan sulit seperti nge-dunk. Sekali gapai, tangannya sudah bisa menyentuh bibir ring.

Namun, dia punya masalah besar yang berkaitan dengan alas kaki. Sebab, ukuran sepatunya adalah nomor 46 dan jarang ditemukan di toko-toko sepatu di Surabaya. ”Sering, pas ada model yang aku seneng, nggak ada ukurannya. Udah coba keliling mal lain juga nggak ketemu. Akhirnya, kalau seneng sama model sepatu tertentu, aku nitip ke Om yang tinggal di Amerika,” jelasnya.

HISTORY OF DBL

bar

2004
Musim Perdana yang Tak Terlupakan

DBL dimulai di Surabaya pada 2004. Liga ini diniati sebagai liga SMA yang sederhana, tapi diselenggarakan dengan cara yang benar. Tidak boleh ada pemain profesional atau semipro, tidak boleh ada sponsor rokok, alkohol, dan minuman berenergi. Pemain harus student athlete. Performa mereka di ruang kelas sama pentingnya –atau bahkan lebih penting— dari performa mereka di lapangan basket.

Total 96 tim bergabung di musim pertama ini, dari berbagai kota di Provinsi Jawa Timur. Sejak pertandingan perdana, banyak orang sadar bahwa sesuatu yang spesial sedang berlangsung. Pertandingan pertama DBL sangatlah ketat dan emosional. Tim putri SMAN 20 Surabaya mengalahkan SMA Santo Stanislaus 2 Surabaya. Tangis sedih dan bahagia terlihat di sekeliling lapangan, ditonton oleh sekitar 1.000 penonton.

Sejak saat itu, makin banyak peminat datang menonton. Pada babak final, lebih dari 5.000 orang datang menyaksikan (rekor penonton basket terbanyak di Jawa Timur saat itu). Dan mereka dihibur oleh pertandingan yang emosional dan dramatis. SMAN 2 Surabaya menjadi juara putra, setelah memaksa berlangsungnya perpanjangan waktu lewat tembakan putus asa dari luar garis tiga angka. (*)

logo2004 DBL 2004
  • 96 Tim bertanding
  • 2.788 Peserta terdaftar
  • 166 Pertandingan digelar dalam 16 Hari
  • 20.000+ Penonton menyaksikan
bar
2005 - 2007
Mengembangkan Standar Baru

SUSKES musim pertama DBL membantu liga ini untuk tumbuh secara signifikan. Makin banyak tim yang bergabung, makin banyak penonton yang menyaksikan. Bahkan, saking banyaknya tim yang ingin tampil, DBL kehabisan kapasitas untuk menerima semuanya. Karena itu, para peserta baru harus tampil dulu di babak kualifikasi, saling mengeliminasi menuju babak utama.

Makin tahun, standar penyelenggaraan juga terus meningkat. Aturan-aturan baru diperke­nalkan untuk membuat presentasi pertandingan makin baik. Tim dan penonton terus dipaksa untuk mengikuti aturan-aturan yang makin ketat.

Pada 2007, pertandingan-pertandingan DBL diselenggarakan sebaik –atau mungkin lebih baik— dari pertandingan-pertandingan profesional dan internasional. Lebih dari 55 ribu penonton menyaksikan DBL pada 2007, hampir empat kali lebih banyak dari 2004. Sebanyak 220 tim bertanding pada 2007, lebih dari dua kali jumlah peserta 2004.

Sukses 2007 ini memberi pertanda, bahwa sudah tiba waktunya bagi DBL untuk mengem­bangkan sayap. (*)

logo2005 DBL 2004
  • 203 Tim bertanding
  • 3.696 Peserta terdaftar
  • 271 Pertandingan digelar dalam 27 Hari
  • 35.000+ Penonton menyaksikan
logo2006 DBL 2004
  • 205 Tim bertanding
  • Hampir 4.000 Peserta terdaftar
  • 273 Pertandingan digelar dalam 28 Hari
  • 45.000+ Penonton menyaksikan
logo2007 DBL 2004
  • 220 Tim bertanding
  • 4.359 Peserta terdaftar
  • 320 Pertandingan digelar dalam 35 Hari
  • 55.000+ Penonton menyaksikan
bar

2008
Ekspansi Nasional, Kolaborasi Internasional, dan Arena Baru

DBL telah mengukuhkan diri sebagai liga basket terbesar di Indonesia pada tahun 2008. Setelah meraih sukses selama empat musim di Surabaya, DBL berkembang ke sepuluh kota lain di sepuluh provinsi.

Untuk memenuhi tuntutan jumlah peserta, di Jawa Timur DBL dibagi menjadi dua wilayah. North di Surabaya, South di Malang. Sembilan kota baru lainnya tersebar di sembilan provinsi, di lima pulau di Indonesia.

Seperti di Surabaya, DBL mendapat sambutan hangat di provinsi-provinsi lain. DBL mampu memecahkan rekor peserta dan penonton di kebanyakan kota baru. Contohnya, di kota budaya Jogjakarta, lebih dari 16.500 orang menonton DBL hanya dalam enam hari. Angka yang sebelumnya belum pernah dicapai untuk sebuah even basket.

Seiring dengan perluasan wilayah, DBL juga mencatat sejarah lewat dua kolaborasi internasional. Yang pertama adalah kerja sama jangka panjang dengan liga basket paling bergengsi di dunia NBA. Setiap tahun, NBA akan mengirimkan pemain dan pelatihnya untuk membantu perkembangan para pemain dan pelatih top DBL.

Even resmi pertama NBA di Indonesia diselenggarakan di Surabaya, 23-24 Agustus 2008. Bintangnya adalah Danny Granger, top scorer Indiana Pacers.

Kolaborasi internasional kedua adalah dengan pemerintah Australia. Pada Oktober 2008, DBL mengirimkan tim All-Star pertamanya (putra dan putri) ke Perth, untuk belajar dan bertanding melawan tim-tim muda pilihan Western Australia.

Sebagai penyempurna, pada 2008 DBL juga membuka gedung basket barunya, DBL Arena. Gedung itu dibangun hanya dalam tujuh bulan. Salah satu gedung terbaik di Indonesia itu punya kapasitas 5.000 penonton. (*)

logo2004 DBL 2004
  • 631 Tim bertanding
  • 13.221 Peserta terdaftar
  • 765 Pertandingan digelar dalam 96 hari
  • 212.300+ Penonton menyaksikan

AMBISI MASA DEPAN CLS

Full Pemain Lokal di RP7 SIC demi Loloskan Pemain ke Timnas

CLS Knights memendam ambisi besar di penghujung 2009. Mereka bertekad merebut kemenangan perdana di DetEksi Basketball League (DBL) Arena. Kesempatan untuk mewujudkan misi itu mereka dapatkan kala tampil di RP7 Surabaya International Challenge (SIC) 2009 pada 4-6 Desember mendatang.

CLS maupun DBL Arena sebenarnya merupakan kebanggaan Surabaya dalam hal basket. CLS mampu menembus papan atas kompetisi basket profesional tanah air di tengah dominasi tim Jakarta. Sedangkan, DBL Arena mampu membawa nama Kota Pahlawan ke pentas basket internasional setelah menjadi tuan rumah Indonesia Development Camp (IDC) yang digelar NBA bareng DBL Indonesia pada Agustus lalu.

Sayangnya, predikat sebagai sama-sama kebanggaan Surabaya itu belum klop. CLS belum sekali pun menang dalam pertandingan resmi di DBL Arena. Dalam SIC 2008, mereka selalu kalah dari Segamat Waki Johor (Malaysia), Bhinneka Solo dan Shanxi Coal Company (Tiongkok).

Catatan itulah yang coba diperbaiki CLS. Mereka bertekad membidik kemenangan perdana di DBL Arena pada RP7 SIC 2009. Meski, tim-tim yang ikut jauh lebih kuat dari tahun lalu. Mereka adalah Darwin Airport Resort All Star, Garuda Flexi Bandung, serta wakil Malaysia yang akan segera ditentukan.

”Tahun ini kami bertekad bangkit. Kami tidak ingin selalu kalah di DBL Arena. Menurut saya, kami bisa mengambil kemenangan saat bersua Garuda Flexi Bandung dan wakil Malaysia,” terang Simon Wong, pelatih CLS dalam jumpa pers RP7 SIC di DBL Arena kemarin.

Uji coba di Tiongkok 4-11 November lalu menjadi dasar optimisme Simon. Meski selalu menelan kekalahan, namun dia melihat progres yang sangat bagus pada diri Agustinus Indrajaya dkk. Yang paling signifikan adalah transisi anak asuhnya yang semakin ciamik.

”Kalau lawan Darwin, kami realistis saja. Apalagi, mereka kan diperkuat pemain Amerika. Selain itu, postur para pemain Australia kan tinggi-tinggi,” tambah Simon.

Meski memancang target tinggi untuk merebut kemenangan perdana di DBL Arena, CLS tetap setia untuk menggunakan pemain lokal. Padahal, tiga tim lain ternasuk Garuda, akan menggunakan pemain asal Amerika. Keputusan itu demi melanjutkan proses pembinaan yang selama ini sudah berjalan dengan baik. Dengan hanya menurunkan pemain lokal, CLS berharap bisa menempatkan pemainnya di timnas pada SEA Games 2011 yang akan diselenggarakan di Indonesia.

”Dari tahun ke tahun perkembangan pemain muda kami semakin pesat. Kami yakin, pada 2011 nanti CLS bisa memiliki wakil di timnas ketika Indonesia jadi tuan rumah SEA Games. Menurunkan pemain lokal pada even internasional seperti RP7 SIC adalah salah satu caranya,” tandas Simon.

Direktur DBL Indonesia Azrul Ananda juga yakin RP7 SIC bisa mendorong perkembangan basket Surabaya bahkan tanah air. Sebab, adanya even internasional akan membuat partisipasi orang untuk bermain basket semakin besar. Secara tidak langsung, hal itu akan mempercepat munculnya bibit-bibit pebasket hebat. ”Menurut survey yang dilakukan Pemerintah Kota Surabaya, basket sudah jadi olahraga nomor satu untuk anak muda. Karena itu, kami yakin RP7 SIC aka ditonton langsung ribuan penonton setiap harinya,” tandasnya.

Di sisi lain, Direktur RP7 Budihardjo Iduansjah mengaku senang bisa berpartisipasi di salah satu even basket bertaraf internasional di Indonesia tersebut. ”Apalagi, ada klub dari Australia yang ikut serta. Di mana Australia adalah negara asal RP7,” ucap Budihardjo. (ru/ang/JP.com)

Sabtu, 14 November 2009

ZONA DEFENSE 2-3

Tips ‘n Tricks for Basketball Player (2): Coaching Clinics

Zone defense 2-3 merupakan jenis zone defense yang paling sering kita lihat. Kelebihannya adalah dapat melindungi area paint dengan menempatkan beberapa big man di dalam. Kelemahannya adalah dapat dikalahkan oleh tim yang mempunyai shooting luar bagus, terdapat ruang terbuka pada area wing, point, dan high post.

Sering kali kita berpendapat bahwa zone defense 2-3 merupakan jenis defense yang dapat diterapkan oleh tim dengan kemampuan fisik kurang bagus untuk memaksa tim lawan melakukan shooting dari luar, sementara itu area paint terlindungi sehingga rebound dapat dikuasai. Pendapat tersebut benar bahwa tim dengan kemampuan fisik yang kurang bagus mungkin akan lebih sukses dengan melakukan jenis defense ini karena dapat mencegah penetrasi pemain lawan dan menguasai permainan di daerah post. Biasanya tim offensive harus lebih sabar untuk mendapatkan peluang baik melakukan shooting, dan oleh karena itu defense ini dapat dijadikan cara untuk mengendalikan tempo pertandingan. Di sisi lain, jika sebuah tim mempunyai pemain-pemain dengan kemampuan fisik yang bagus, zone 2-3 dapat lebih agresif, dengan cara melakukan trap, sehingga dapat menyebabkan turnover dan steal. Trap dapat dilakukan secara agresif pada area corner, wing, dan adakalanya di area point.

KIAN SERU DENGAN PEMAIN AMERICA

Tim dari Tiga Negara Ikuti RP7 SIC 2009

SURABAYA - Even basket profesional internasional, Surabaya International Challenge (SIC), kembali menyapa Kota Pahlawan. Diikuti empat tim dari tiga negara, even itu akan diselenggarakan di DetEksi Basketball League (DBL) Arena Surabaya pada 4-6 Desember mendatang.

SIC 2009 akan digelar oleh DBL Indonesia bekerja sama dengan RP7 sebagai title partner. Sama halnya dengan tahun lalu, RP7 SIC 2009 akan diikuti dua tim asal Indonesia. Mereka adalah dua tim papan atas di tanah air, CLS Knights Surabaya dan Garuda Flexi Bandung. Pada IBL 2009, CLS dan Garuda sukses menembus final four.

Dua tim lain berasal dari Malaysia dan Australia. Dari Australia, tim yang akan diturunkan adalah Darwin Airport Resort All-Star. Mereka akan diperkuat dua pemain asal Amerika Serikat yang memiliki tinggi di atas dua meter.

“Kami memiliki dua pemain bertinggi 208 cm dan tiga pemain 201 cm. Kami juga memiliki guard yang gesit, Jarrod, dari tim Darwin Basketball Association U-18 yang pernah bertanding di Surabaya dalam DBL Australia Games Oktober lalu,” papar Don Sheppard, head coach Darwin Airport Resort All-Star.

Don pada Oktober lalu datang ke Surabaya, memimpin tim U-18 Darwin dalam pertandingan melawan DBL Indonesia All-Star. Kunjungan itu membuatnya begitu bersemangat mengikuti SIC. Sebab, saat itu pertandingan timnya di DBL Arena disaksikan ribuan penonton.

“Pemain-pemain kami sangat excited bermain di even yang prestisius ini. Tim kami akan menunjukkan kemampuan terbaik untuk membuat penonton di Surabaya senang dan terhibur,” ujarnya.

Wakil dari Malaysia belum dipastikan. Sebagai gambaran, tahun lalu mereka berhasil menjadi juara melalui Segamat Waki Johor. Salah satu pemain kunci Segamat adalah pemain impor mereka asal Amerika, Michael LeBlanc. Pemain yang suka nge-dunk itu juga berhasil merebut gelar Most Valuable Player.

Tidak mau kalah dengan wakil Australia dan Malaysia, Garuda juga berencana mengimpor pemain asal Amerika. Simon Pasaribu, manajer Garuda, menyatakan baru bisa mengumumkan nama pemain itu pekan depan. “Dia adalah pemain yang berposisi forward,” kata Simon.

Sementara itu, CLS bersikukuh menggunakan pemain lokal. Mereka tidak takut melawan pemain jangkung di SIC karena sepanjang pekan ini sudah melakoni uji di Tiongkok. Lawan-lawan CLS di sana juga diperkuat pemain dengan tinggi di atas dua meter.

“Lawan yang akan kami hadapi di SIC mungkin lebih berat dibandingkan tahun lalu. Namun, bagi kami, ini adalah ajang belajar bagi para pemain CLS Knights yang masih sangat muda. Meski mungkin kami akan kesulitan dalam menghadapi lawan-lawan, kami yakin para pemain muda kami dapat lebih cepat berkembang setelah mendapatkan pengalaman berharga di SIC,” jelas Christopher Tanuwidjaja, general manager CLS.

Selain adu hebat empat tim tadi, SIC akan dimeriahkan oleh kontes skill individual, three point, dan dunk. Acara ini menjadi bonus yang menarik bagi para penonton. Khususnya dunk, aksi itu sangat jarang bisa disaksikan secara langsung publik basket dalam even basket apa pun di Surabaya dan sekitarnya.

Tahun lalu, penyelenggaraan SIC disambut antusiasme yang tinggi dari penggemar basket di Surabaya. Selama tiga hari, ribuan penonton memenuhi DBL Arena.

“Surabaya International Challenge tahun lalu memberikan keyakinan kepada DBL Indonesia bahwa turnamen basket ini diminati oleh masyarakat dan menghibur. Apalagi, saat ini olahraga basket semakin menyatu dengan masyarakat Surabaya. Kami sangat berterima kasih kepada tim-tim yang bersedia berpartisipasi. Kami berharap, even ini bisa memberi warna baru pada perbasketan di Surabaya dan Indonesia,” ujar Masany Audri, general manager DBL Indonesia, penyelenggara SIC yang tahun ini akan menggandeng RP7.

RP7 adalah produk pelumas multipurpose yang diproduksi oleh Selleys, perusahaan dari Australia yang memproduksi produk kelengkapan rumah tangga dan kebersihan. Selain RP7, SIC 2009 akan didukung Flexi dan Honda. (pan/ang)

Kamis, 12 November 2009

Tim DBL Indonesia All-Star Kalahkan Tim Australia Bara

PERTH – Kemenangan bersejarah diraih tim putra DetEksi Basketball League (DBL) Indonesia All-Star 2009 dalam laga internasional melawan tim muda Western Australia tadi malam (24/10). Bertempat di Perry Lakes Stadium, Randika Aprilian dkk meraihnya lewat perjuangan keras dan ketangguhan mental, 68-66.
Sejak tip off, pertandingan berlangsung sangat ketat. Mengandalkan speed dan umpan-umpan pendek, tim DBL Indonesia All-Star dan tim muda Western Australia bergantian memimpin. Okky Arista, center asal SMA Theresiana 1 Semarang, mencetak poin pertama dalam pertandingan kemarin. Di akhir kuarter pertama, tim DBL Indonesia All-Star unggul sangat tipis, setengah bola, 17-16.

Masuk kuarter kedua, student athlete pilihan peserta Honda DBL 2009 di 15 provinsi tersebut makin panas. Akurasi tembakan tiga angka makin menajam. Alvin, guard asal SMA Trinitas Bandung dan Arif Hidayat, guard asal SMAN 2 Jember, membawa tim menjauh 36-31 saat jeda turun minum. Tim muda Western Australia tidak mau kalah. Di kuarter ketiga, meski sempat tertinggal sepuluh poin, 37-47, Nate Illodis dkk terus tampil menekan. Pada akhir kuarter tersebut, tim DBL Indonesia All-Star masih berhasil mempertahankan keunggulan. Skor 58-55.

Di kuarter keempat, tim DBL Indonesia All-Star melanjutkan pertandingan dengan sedikit ”pincang”. Herdanu Yudistira, center asal SMKN 1 Balikpapan, terkena foul trouble (empat kali foul, satu lagi keluar dari pertandingan) di akhir kuarter ketiga. Lantas berlanjut dengan foul trouble Arif Hidayat di awal kuarter keempat.
Akan tetapi, pertandingan terus berjalan seimbang. Meski pilar utama tim DBL Indonesia All-Star Arif Hidayat sempat cedera ketika pertandingan menyisakan 1 menit dan 20 detik, tim Indonesia terus mampu mempertahankan keunggulan. Ketika waktu tinggal empat detik, Indonesia sudah unggul 68-66. Namun, bola di tangan tim Western Australia. Berkat ketenangan, kedudukan itu tetap bertahan sampai akhir.

Bintang tim DBL Indonesia All-Star pada pertandingan kemarin adalah Arif Hidayat dan Alvin. Kemarin, masing-masing mengoleksi 15 poin. ”Yes! Yes! Kita menang! Tadi teman-teman sukses bermain pakai hati. Instruksi pelatih untuk play hard and play with your heart dijalankan teman-teman dengan baik. We love Indonesia!” seru Alvin.

Arif Hidayat menambahkan, kesabaran tim DBL Indonesia All-Star benar-benar teruji kemarin. ”Mas (Wahyu) Budi (pelatih, Red) terus mengingatkan. Jangan menembak kalau shot clock belum sisa sepuluh detik. Tujuannya, kalau shoot gagal, lawan hanya punya sedikit waktu menyerang. Yes, menang!” ucapnya.
Sementara di laga putri, tim DBL Indonesia All-Star harus mengakui keunggulan tim muda Western Australia. Bermain di hadapan para pelajar Indonesia yang datang mengisi tribun Perry Lakes Stadium, Amelia Herawati dkk kalah 32-72.

”Pertandingan yang cukup sulit. Kami harus bekerja keras. (DBL) Indonesia banyak melakukan dribble dan shooting, permainan yang menarik. Sayang, pressure yang diberikan lawan belum stabil. Di akhir, kami bisa lepas dan sedikit demi sedikit menjauh,” ujar Craig Mansfield, head coach putri tim muda Western Australia.
Tim muda Western Australia lantas memberi beberapa masukan pada tim putri DBL Indonesia All-Star. ”Kami menang di dekat ring. Tapi, tinggi badan kami yang unggul seharusnya bisa diimbangi dengan meningkatkan jump power. Saya ingin bertemu lagi dengan mereka yang sudah lebih kuat tahun depan,” papar Amy Kidner, guard sekaligus kapten putri tim muda Western Australia.

Sesuai standar laga internasional, kemarin pertandingan dibuka dengan dikumandangkannya lagu kebangsaaan kedua negara, Indonesia Raya dan Advance Australia Fair. Presiden Basketball Western Australia Elizabeth Woods datang langsung menyaksikan laga yang sudah kali kedua digelar itu (tahun 2008 pertama kali digelar).
”Program ini memberi banyak pengalaman baru, tidak hanya untuk Indonesia tetapi juga kami. Pola permainan di sini dan di Indonesia sangat berbeda. Semoga masing-masing tim bisa melihat apa yang lebih dan apa yang kurang,” ujar Elizabeth.

Azrul Ananda, commissioner DBL, mengaku sangat bangga dengan kemenangan ini. “Kemenangan di Australia ini menunjukkan betapa pentingnya program yang konsisten dan konsekuen. Tapi ini hanyalah awal. Langkah Indonesia masih jauh. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terus memberikan dukungan, sehingga DBL bisa berkembang dan sekarang bisa mengirimkan tim yang mampu menang di Australia,” ucapnya.
Kepada tim putri, Azrul memberikan ucapan penyemangat. “Tugas mereka bukanlah menang di Perth. Tugas mereka adalah memberi inspirasi kepada yang lain untuk mengikuti langkah yang telah dijalani. Masa depan masih panjang,” tandasnya. (Diatmana Parayuda)

Selasa, 10 November 2009

DBL(Deteksi Basketball League) ALL STAR INDONESIA AKAN HADAPI TIM DBA (Darwin Basketball Association)AUSTRALIA

SURABAYA – Pertandingan basket internasional akan meramaikan Kota Pahlawan pada 17 Oktober mendatang. Tim U-18 Darwin Basketball Association, Australia, bakal dijamu tim DetEksi Basketball League (DBL) Indonesia All-Star 2009.

Pertandingan putra dan putri ini merupakan rangkaian dari DBL Australia Games 2009, hasil kerja sama liga basket pelajar terbesar Indonesia tersebut dengan Australia.
Setelah bertanding di Surabaya, pada 24 Oktober tim DBL Indonesia All-Star (kumpulan pemain-pemain SMA terbaik dari 15 provinsi) bakal menantang tim muda Western Australia di Perth.

“Tim Darwin ini sangatlah tangguh. Khususnya tim putri. Mereka punya Tamara Sheppard, pemain 16 tahun yang disebut sebagai pemain terbaik di Australia di usia tersebut,” kata Azrul Ananda, commissioner DBL. “Kalangan basket tentu juga tahu, untuk basket putri Australia termasuk yang terbaik di dunia,” lanjutnya.
Menurut rencana, tim putra dan putri dari Darwin akan berada di Surabaya antara 12-19 Oktober nanti. Sebelum pertandingan puncak, mereka lebih dulu menjalani sejumlah pertandingan pemanasan melawan tim-tim muda di Jawa Timur.

Pertandingan resmi internasional itu diselenggarakan di DBL Arena Surabaya, di tengah-tengah pembukaan Honda DBL Junior 2009. “Ini adalah kali pertama DBL Indonesia All-Star bertanding melawan tim asing di negeri sendiri. Kita tentu ingin tahu, seperti apa kehebatan tim yang berisikan student athlete terbaik dari berbagai penjuru Indonesia ini,” ujar Masany Audri, general manager DBL Indonesia.

Tim DBL Indonesia All-Star ini dibentuk lewat Indonesia Development Camp 2009, even kerja sama DBL dan NBA pada 16-18 Agustus lalu. “Mereka dilatih dan dipilih oleh pelatih-pelatih NBA. Secara peluang, untuk menang memang berat. Khususnya tim putri. Nanti, tim putra bakal kompetitif. Namun, misi utama pertandingan ini bukanlah menang atau kalah. Yang penting terjadinya pertukaran pengalaman antara anak muda kedua negara,” jelas Azrul.

Para pemain DBL Indonesia All-Star, yang sekarang masih tersebar di berbagai provinsi, mengaku tak sabar segera ke Surabaya dan Perth untuk bertanding.
“Kita kan jarang dapat kesempatan seperti ini. Apalagi, Australia itu negara yang kuat di basket,” ucap Alvin, pemain asal SMA Trinitas Bandung. “Tanding melawan mereka bisa memberi banyak pengalaman dan membuka mata. Biar nggak cepat puas dengan prestasi yang sudah didapat,” tambahnya.

Alvin mengaku sering menonton video perjalanan tim DBL Indonesia All-Star tahun lalu ke Perth, yang bisa dinikmati lewat situs resmi DBL, www.deteksibasketball.com. “Kayaknya seru banget. Sudah nggak sabar pengin cepat-cepat ke sana,” tandasnya. (ded

Jumat, 11 September 2009

blog nurdi m top di caci maki

Tanggapan ke “Komentar Caci Maki di Blog Nurdin M.Top”


munif 11 Agustus 2009 pukul 17:47

Kalau jihad ya di pakistan , palestina . atau afganistan…. ya memang betul jihad di situ harusnya… tapi sadar ga wahai saudara islam bahwa yang jihad di situ juga di sebutnya teroris…! apa sih maunya mereka yang nyebut teroris… kayanya mereka di larang ( secara halus ) warga musliminya membela tanah air nya dari cengkraman antek antek NATO…
Kalau saya nyebut osama tetep pahlawan… syekh osama lanjutkan perjuanganmu , tapi Nurdin mtop… saya serahkan pada Allah sgala pencipta …

blog nurdi m top di caci maki

Tanggapan ke “Komentar Caci Maki di Blog Nurdin M.Top”