Kee Hian Lengkapi Sukses dengan Menjadi Top Scorer
SURABAYA - Ada berkah tersembunyi dari badai cedera yang dialami Malaysia NBL Selection di RP7 Surabaya International Challenge (SIC) 2009. Dalam pertandingan kedua melawan Garuda Flexi Bandung di DBL Arena kemarin (5/12), tim besutan The Choon Yen itu tidak bisa menurunkan forward Tan Kian Hoong. Bukan itu saja, kondisi forward lainnya, Ooi Ban Sin, dan center Frederick Canlas tidak maksimal.
Dalam kondisi darurat tersebut, Choon Yen tidak punya pilihan selain meminta Tan Kee Hian untuk masuk skuad. Siapa Kee Hian?
Dia tidak lain adalah commissioner NBL, liga profesional Malaysia. Pria berusia 37 tahun itu adalah salah seorang pemain terbaik dalam sejarah negeri jiran tersebut. Meski demikian, dia sama sekali tidak punya persiapan untuk terjun ke lapangan. Bahkan, namanya tidak masuk roster tim NBL.
“Jangankan masuk roster, saya ke sini hanya berniat mendampingi mereka. Bahkan, saya tidak bawa baju dan sepatu basket. Itu semua pinjaman,” tutur Kee Hian lantas tersenyum. “Saya juga sudah tidak berlatih sekitar tiga tahunan,” lanjutnya.
Namun, dia tidak sampai hati melihat skuad NBL yang compang-camping. Dia mau main setelah mendapatkan pinjaman jersey dan sepatu. Jersey bernomor delapan yang dia pakai adalah milik Kian Hoong. Karena nama pertama mereka sama, Tan, dan inisial kata berikutnya sama, K dan H, tidak kentara bahwa itu jersey pinjaman dengan tertulis Tan K.H.
Siapa sangka, bergabungnya Kee Hian dalam tim menambah kekuatan NBL secara signifikan. Dengan usia yang begitu senior, pergerakannya masih oke. Teknik yang dikuasai semasa aktif main masih terjaga. Dari tim yang menjadi bulan-bulanan Darwin Airport Resort All-Star pada laga pertama, NBL Selection sukses mengalahkan Garuda dengan skor 81-75. Padahal, dari kuarter ke kuarter Garuda selalu leading.
Namun, soal stamina, Kee Hian memang sadar bahwa staminanya sudah menurun. Pria yang pensiun pada 2006 itu lebih mengandalkan pergerakan efektif yang smart. Beberapa kali aksinya berhasil membuka jalan NBL untuk mencetak angka. Itu paling tampak di kuarter ketiga dan keempat. Dengan cerdik, dia sering mengecoh center Garuda Cokorda Raka untuk meninggalkan daerah kekuasaannya. Poin demi poin lantas dikumpulkan NBL.
Kee Hian melengkapi aksi gemilang malam tersebut dengan menjadi top scorer timnya. Dia mendulang 14 poin. Dia hanya kalah dua poin dari I Made “Lolik” Sudiadnyana yang menjadi top scorer pertandingan. Ternyata, Kee Hian tidak menyadari bahwa perannya begitu besar buat kemenangan tim.
“Masak saya top scorer?” ujar dia tak percaya. “Yang kami lakukan tadi (kemarin, Red) hanyalah mematikan pergerakan (Mario) Wuysang. Maka, ketika dia kena foul trouble di kuarter keempat, kami lebih mudah mencetak poin. Menurut saya, itu hasil kerja sama seluruh tim,” ucap dia.
Dengan penampilan ciamik itu, apakah Kee Hian berniat tampil lagi di pertandingan pemungkas melawan CLS Knights malam nanti? “Entah ya, kalau memang diminta, saya akan main. Saya hanya ingin membantu NBL, tidak ada niat unjuk gigi atau semacamnya,” papar Kee Hian.
0 komentar:
Posting Komentar