kemarin tanggal 03 12 09 Peserta RP7 SIC Serbu Kota Pahlawan
SURABAYA - Empat kontestan RP7 Surabaya International Challenge (SIC) 2009 akan memanasi “mesin perangnya” hari ini. Kecuali Malaysia NBL Selection, seluruh kontestan bakal menghelat latihan di DBL Arena Surabaya yang menjadi venue even basket profesional internasional pada 4-6 Desember itu.
CLS Knights yang merupakan kebanggaan Kota Pahlawan bakal jadi tim pertama yang menjajal lapangan DBL Arena Surabaya. Agustinus Indrajaya dkk akan menggeber latihan di gedung basket termegah di Surabaya itu selama dua jam, mulai pukul 08.00.
Garuda Flexi Bandung tidak kalah bersemangat. Meski baru tiba di Surabaya pada pukul 09.40, Denny Sumargo dkk berencana langsung berlatih di DBL Arena pada pukul 14.00-16.00. Latihan itu cukup penting karena Garuda belum pernah bermain di DBL Arena. Hanya I Made “Lolik” Sudiadnyana yang pernah bermain di sana, ketika membela Bhinneka Solo pada SIC 2008.
Darwin Airport Resort All-Star juga tak mau berleha-leha. Meskipun menjadi salah satu tim yang diunggulkan, mereka tak ingin terlena dengan status itu. Tim asal Australia tersebut bakal menjajal lapangan pada pukul 10.30-12.00. Seperti Garuda, skuad Darwin Airport Resort All-Star baru menginjakkan kaki di Surabaya pada pukul 09.00.
“Kami memang tidak boleh santai menghadapi even tersebut. Apalagi, itu adalah even internasional. Kami juga membawa nama negara di kejuaraan tersebut. Hanya beristirahat sebentar bukan masalah bagi kami,” terang Raoul Miguel Hadinoto, pelatih Garuda.
NBL tidak bisa menjajal lapangan karena baru tiba di Kota Pahlawan malam. Untung, beberapa pemain yang turun di SIC 2008 dipertahankan. Salah seorangnya adalah Tan Kian Hoong.
Sementara itu, semangat esktra diusung Lolik. Dia bertekad menjadikan RP7 SIC sebagai ajang penebus dosa. Itu seiring dengan aksi mundur Bhinneka Solo pada SIC 2008. Meski bukan orang yang mengambil keputusan tersebut, dia adalah pemain yang berpengaruh di tim kala itu.
“Saya ingin penonton terkesan dengan permainan yang kami peragakan, bukan aksi anarkistis. Saya berharap kejadian tersebut tak terulang. Kejadian 2008 saya harapkan menjadi yang pertama dan terakhir. Apalagi, itu kan even yang bisa dikatakan turut berpengaruh terhadap nama Indonesia,” ucap Lolik.
Ya, SIC 2008 memang ternoda dengana aksi anarkistis. Pelakunya adalah pemilik Bhinneka, Halim Sugiarto. Dia menyerang wasit karena tidak puas dengan keputusan wasit dalam pertandingan melawan CLS Knights.
Mengenai kekuatan lawan, Lolik cukup optimistis Garuda mampu berbuat banyak. Menurut dia, Garuda bisa mengambil poin saat bersua CLS serta wakil Malaysia, NBL Selection.
“Kalau pemain lokal Malaysia, mungkin tingginya hampir sama dengan kami. Yang harus diwaspadai adalah pemain asing mereka dari Filipina dan Afrika,” tambah pebasket berambut gondrong tersebut
0 komentar:
Posting Komentar