Lakukan Alley-Oop Pertama di DBL Arena
SURABAYA - Aksi-aksi memukau langsung tersaji di hari pertama RP7 Surabaya International Challenge (SIC) 2009 di DBL Arena kemarin (4/12). Yang paling dahsyat adalah two handed dunk bintang Darwin Airport Resort All-Star Nick Freer dalam pertandingan melawan Malaysia NBL Selection.
Menerima umpan alley-oop dari Jarrod Sheppard di sisi kiri lapangan pada pertengahan kuarter ketiga, pemain yang berposisi forward itu dengan sempurna menceploskan bola ke ring lewat dunk bertenaganya.
Alley-oop adalah salah satu aksi yang paling memukau dalam pertandingan basket. Dibutuhkan skill dan timing yang bagus dari dua pemain yang melakukannya. Si pengumpan melepaskan umpan melewati atas ring. Kemudian, sang penerima umpan menyambut bola dengan melompat dan langsung membukukan poin. Alley-oop kolaborasi Jarrod dan Freer kemarin sangat istimewa karena diakhiri dengan two handed dunk. Freer semakin sempurna karena menjadi top scorer laga itu dengan 30 poin.
Tak pelak, aksi Freer tersebut mendapatkan pujian Azrul Ananda, commissoner DBL Indonesia, penyelenggara RP7 SIC. “Alley-oop yang dilakukan Jarrod bersama Freer tadi (kemarin, Red) menjadi sejarah tersendiri di DBL Arena Surabaya yang selesai dibangun Juli 2008. Itu adalah kali pertama aksi hebat tersebut dilakukan di gedung ini,” puji Azrul.
Tidak hanya menyuguhkan aksi-aksi memukau, Darwin All-Star juga mengakhiri pertandingan tersebut dengan kemenangan besar 105-65.
Kemenangan itu terbilang istimewa. Sebab, sejak awal Darwin tidak turun dengan kekuatan penuh. Salah seorang pemainnya, Bayi Handy, terpaksa tidak bisa masuk skuad lantaran kondisinya tidak fit. Padahal, dia diplot menjadi pengganti Jarrod yang baru pulih dari cedera engkel ringan.
Dilihat dari permainan, Darwin memang unggul segalanya atas tim asal negeri jiran tersebut. Mulai postur tubuh hingga organisasi antarpemain yang cukup rapi. Keunggulan itu membuat Darwin leluasa menerapkan strategi apa pun.
Itu sudah tampak sejak kuarter pembuka. Dengan menerapkan zone defense ketat, tim asal Darwin, Northern Territory Australia, itu sukses mematikan alur serangan NBL. Apalagi, akurasi tembakan tiga angka para pemain NBL yang dibesut Teh Choon Yen tersebut sangat buruk. Sehingga, di kuarter pertama Marcus Ch’ng dkk merajalela dan langsung leading 21-7.
“Kami memaksimalkan semua potensi dengan baik. Defense dan offense sangat bagus. Komunikasi juga lancar. Game ini cukup berat, tapi menyenangkan,” papar Murray Brown, manajer Darwin All-Star, setelah pertandingan.
“Ini ujian yang bagus untuk skuad kami. Anak-anak bisa menikmati permainan. Semakin mereka nyaman, mereka bisa mengeluarkan kemampuan terbaik,” lanjut Brown.
Ucapan Brown tidak salah. Setelah unggul 53-22 di kuarter kedua, Ch’ng dkk kian menunjukkan dominasi. Puncaknya terjadi di pertengahan kuarter ketiga, saat kolaborasi Jarrod dengan Nick Freer sukses melakukan alley oop cantik.
Di kuarter penentu, Don Sheppard yang merasa aman menarik sejumlah pemainnya. Yakni, Simon Conn, Freer, dan Jarrod. Itu dimanfaatkan oleh NBL. Mengandalkan duet guard Ooi Ban Sin dan Gan Hong Hoong, mereka mengumpulkan poin lewat tembakan tiga angka. Namun, kondisi telat panas itu membuat mereka gagal mengejar ketertinggalan.
Kubu NBL dengan lapang dada mengakui kekalahan tersebut. “Yang bisa saya katakan, kami menghadapi tim yang sangat hebat. Semua kredit layak disampaikan kepada mereka,” kata asisten pelatih NBL Paul Daniel.
Menurut Daniel, timnya juga tidak bisa dibilang komplet. Beberapa pemain sedang tidak fit. Dampaknya baru terasa di kuarter terakhir, ketika dua forward NBL kena foul out.
“Tidak ada yang salah dengan tim ini. Hanya, lawan memang sangat kuat. Harapan kami tinggal mencuri angka dari dua tim Indonesia. Meskipun, saya dengar mereka juga sangat kuat,” tutur Daniel.
0 komentar:
Posting Komentar