BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Kamis, 19 November 2009

AMBISI MASA DEPAN CLS

Full Pemain Lokal di RP7 SIC demi Loloskan Pemain ke Timnas

CLS Knights memendam ambisi besar di penghujung 2009. Mereka bertekad merebut kemenangan perdana di DetEksi Basketball League (DBL) Arena. Kesempatan untuk mewujudkan misi itu mereka dapatkan kala tampil di RP7 Surabaya International Challenge (SIC) 2009 pada 4-6 Desember mendatang.

CLS maupun DBL Arena sebenarnya merupakan kebanggaan Surabaya dalam hal basket. CLS mampu menembus papan atas kompetisi basket profesional tanah air di tengah dominasi tim Jakarta. Sedangkan, DBL Arena mampu membawa nama Kota Pahlawan ke pentas basket internasional setelah menjadi tuan rumah Indonesia Development Camp (IDC) yang digelar NBA bareng DBL Indonesia pada Agustus lalu.

Sayangnya, predikat sebagai sama-sama kebanggaan Surabaya itu belum klop. CLS belum sekali pun menang dalam pertandingan resmi di DBL Arena. Dalam SIC 2008, mereka selalu kalah dari Segamat Waki Johor (Malaysia), Bhinneka Solo dan Shanxi Coal Company (Tiongkok).

Catatan itulah yang coba diperbaiki CLS. Mereka bertekad membidik kemenangan perdana di DBL Arena pada RP7 SIC 2009. Meski, tim-tim yang ikut jauh lebih kuat dari tahun lalu. Mereka adalah Darwin Airport Resort All Star, Garuda Flexi Bandung, serta wakil Malaysia yang akan segera ditentukan.

”Tahun ini kami bertekad bangkit. Kami tidak ingin selalu kalah di DBL Arena. Menurut saya, kami bisa mengambil kemenangan saat bersua Garuda Flexi Bandung dan wakil Malaysia,” terang Simon Wong, pelatih CLS dalam jumpa pers RP7 SIC di DBL Arena kemarin.

Uji coba di Tiongkok 4-11 November lalu menjadi dasar optimisme Simon. Meski selalu menelan kekalahan, namun dia melihat progres yang sangat bagus pada diri Agustinus Indrajaya dkk. Yang paling signifikan adalah transisi anak asuhnya yang semakin ciamik.

”Kalau lawan Darwin, kami realistis saja. Apalagi, mereka kan diperkuat pemain Amerika. Selain itu, postur para pemain Australia kan tinggi-tinggi,” tambah Simon.

Meski memancang target tinggi untuk merebut kemenangan perdana di DBL Arena, CLS tetap setia untuk menggunakan pemain lokal. Padahal, tiga tim lain ternasuk Garuda, akan menggunakan pemain asal Amerika. Keputusan itu demi melanjutkan proses pembinaan yang selama ini sudah berjalan dengan baik. Dengan hanya menurunkan pemain lokal, CLS berharap bisa menempatkan pemainnya di timnas pada SEA Games 2011 yang akan diselenggarakan di Indonesia.

”Dari tahun ke tahun perkembangan pemain muda kami semakin pesat. Kami yakin, pada 2011 nanti CLS bisa memiliki wakil di timnas ketika Indonesia jadi tuan rumah SEA Games. Menurunkan pemain lokal pada even internasional seperti RP7 SIC adalah salah satu caranya,” tandas Simon.

Direktur DBL Indonesia Azrul Ananda juga yakin RP7 SIC bisa mendorong perkembangan basket Surabaya bahkan tanah air. Sebab, adanya even internasional akan membuat partisipasi orang untuk bermain basket semakin besar. Secara tidak langsung, hal itu akan mempercepat munculnya bibit-bibit pebasket hebat. ”Menurut survey yang dilakukan Pemerintah Kota Surabaya, basket sudah jadi olahraga nomor satu untuk anak muda. Karena itu, kami yakin RP7 SIC aka ditonton langsung ribuan penonton setiap harinya,” tandasnya.

Di sisi lain, Direktur RP7 Budihardjo Iduansjah mengaku senang bisa berpartisipasi di salah satu even basket bertaraf internasional di Indonesia tersebut. ”Apalagi, ada klub dari Australia yang ikut serta. Di mana Australia adalah negara asal RP7,” ucap Budihardjo. (ru/ang/JP.com)

0 komentar: