Tinggi badan anak SMP yang wajar adalah 150–170 cm. Tapi, Honda DBL Jr 2009 punya stok istimewa. Beberapa peserta kompetisi itu memiliki tinggi badan di atas 180 cm. Di lapangan, mereka jelas jadi andalan. Tapi, seperti apa kisah mereka di luar lapangan? Usia Kevin Putra Tiara belum 15 tahun. Cowok kelahiran 4 April 1995 tersebut baru saja naik ke tingkat terakhir di SMP Ciputra Surabaya. Tapi, ukuran tubuh Kevin luar biasa. Tingginya mencapai 195 cm!
Dengan tubuh setinggi itu, dia memutuskan untuk menekuni basket begitu masuk SMP. ”Disaranin sama Papa. Kata dia, kalau punya badan yang tinggi, rebound-nya bisa bagus. Sama teman-teman juga diajak main basket,” katanya. Sejak tahun lalu, Kevin berpartisipasi dalam kompetisi SMP Honda DBL. Tahun ini, dia kembali terdaftar sebagai peserta dan masuk tim inti. Posisi forward dia sandang saat membela Ciputra di lapangan.
Namun, ada satu hal yang bikin Kevin capek sebelum bertanding di Honda DBL Jr 2009. Yakni, masa-masa briefing sebelum masuk lapangan. Sebab, tinggi ruang ganti pemain dan tinggi badannya hampir sama. Kepalanya harus terus menunduk jika tak ingin terbentur. Selain ruangan berlangit-langit rendah, Kevin punya satu ”musuh” lagi. Yakni, mobil sedan. Dia punya pengalaman buruk dengan mobil beratap rendah tersebut. Saat berlibur bersama keluarga ke Jakarta pada September lalu, dia hendak jalan-jalan naik sedan. Seluruh keluarganya sudah masuk mobil. Hanya Kevin yang tersisa.
Karena itu, dia menjalankan prosedur singkat untuk naik sedan. Yakni, menunduk rendah, jongkok, baru kemudian duduk. Malangnya, saat jongkok, celana jins yang dipakainya sobek. ”Mungkin, karena mobilnya pendek banget, aku harus jongkok lebih rendah. Makanya, celanaku sampai sobek. Aku langsung turun dan ganti celana. Duh, malunya,” ujar Kevin. Dia juga mengalami trauma. Dia ogah jika harus bepergian naik sedan.
Tinggi badan ekstra juga dimiliki Vincent Rivaldi Kosasih. Tinggi Vincent hanya sedikit di bawah Kevin, yakni 194 cm. Di sekolahnya, SMP Cita Hati Surabaya, dia merupakan murid yang paling tinggi. Padahal, dia masih kelas VIII. Usianya juga belum 14 tahun. Kisah Kenny Edison lain lagi. Dengan tinggi badan yang mencapai 187 cm, center tim putra SMP Angelus Custos 1 Surabaya tersebut mengaku lebih leluasa bermain basket. Termasuk melakukan gerakan-gerakan sulit seperti nge-dunk. Sekali gapai, tangannya sudah bisa menyentuh bibir ring.
Namun, dia punya masalah besar yang berkaitan dengan alas kaki. Sebab, ukuran sepatunya adalah nomor 46 dan jarang ditemukan di toko-toko sepatu di Surabaya. ”Sering, pas ada model yang aku seneng, nggak ada ukurannya. Udah coba keliling mal lain juga nggak ketemu. Akhirnya, kalau seneng sama model sepatu tertentu, aku nitip ke Om yang tinggal di Amerika,” jelasnya.

0 komentar:
Posting Komentar