Saya mencoba membuat naskah pidato yang bagus...
Bagaimana ya caranya bikin naskah pidato.
Saya mau bikin naskah pidato tentang globalisasi
Selasa, 27 April 2010
NASKAH PIDATO
Diposting oleh Sandi Sulaiman di 19.16 0 komentar
Label: NASKAH PIDATO
Rabu, 16 Desember 2009
Commissioner Turun, NBL Menang
Kee Hian Lengkapi Sukses dengan Menjadi Top Scorer
SURABAYA - Ada berkah tersembunyi dari badai cedera yang dialami Malaysia NBL Selection di RP7 Surabaya International Challenge (SIC) 2009. Dalam pertandingan kedua melawan Garuda Flexi Bandung di DBL Arena kemarin (5/12), tim besutan The Choon Yen itu tidak bisa menurunkan forward Tan Kian Hoong. Bukan itu saja, kondisi forward lainnya, Ooi Ban Sin, dan center Frederick Canlas tidak maksimal.
Dalam kondisi darurat tersebut, Choon Yen tidak punya pilihan selain meminta Tan Kee Hian untuk masuk skuad. Siapa Kee Hian?
Dia tidak lain adalah commissioner NBL, liga profesional Malaysia. Pria berusia 37 tahun itu adalah salah seorang pemain terbaik dalam sejarah negeri jiran tersebut. Meski demikian, dia sama sekali tidak punya persiapan untuk terjun ke lapangan. Bahkan, namanya tidak masuk roster tim NBL.
“Jangankan masuk roster, saya ke sini hanya berniat mendampingi mereka. Bahkan, saya tidak bawa baju dan sepatu basket. Itu semua pinjaman,” tutur Kee Hian lantas tersenyum. “Saya juga sudah tidak berlatih sekitar tiga tahunan,” lanjutnya.
Namun, dia tidak sampai hati melihat skuad NBL yang compang-camping. Dia mau main setelah mendapatkan pinjaman jersey dan sepatu. Jersey bernomor delapan yang dia pakai adalah milik Kian Hoong. Karena nama pertama mereka sama, Tan, dan inisial kata berikutnya sama, K dan H, tidak kentara bahwa itu jersey pinjaman dengan tertulis Tan K.H.
Siapa sangka, bergabungnya Kee Hian dalam tim menambah kekuatan NBL secara signifikan. Dengan usia yang begitu senior, pergerakannya masih oke. Teknik yang dikuasai semasa aktif main masih terjaga. Dari tim yang menjadi bulan-bulanan Darwin Airport Resort All-Star pada laga pertama, NBL Selection sukses mengalahkan Garuda dengan skor 81-75. Padahal, dari kuarter ke kuarter Garuda selalu leading.
Namun, soal stamina, Kee Hian memang sadar bahwa staminanya sudah menurun. Pria yang pensiun pada 2006 itu lebih mengandalkan pergerakan efektif yang smart. Beberapa kali aksinya berhasil membuka jalan NBL untuk mencetak angka. Itu paling tampak di kuarter ketiga dan keempat. Dengan cerdik, dia sering mengecoh center Garuda Cokorda Raka untuk meninggalkan daerah kekuasaannya. Poin demi poin lantas dikumpulkan NBL.
Kee Hian melengkapi aksi gemilang malam tersebut dengan menjadi top scorer timnya. Dia mendulang 14 poin. Dia hanya kalah dua poin dari I Made “Lolik” Sudiadnyana yang menjadi top scorer pertandingan. Ternyata, Kee Hian tidak menyadari bahwa perannya begitu besar buat kemenangan tim.
“Masak saya top scorer?” ujar dia tak percaya. “Yang kami lakukan tadi (kemarin, Red) hanyalah mematikan pergerakan (Mario) Wuysang. Maka, ketika dia kena foul trouble di kuarter keempat, kami lebih mudah mencetak poin. Menurut saya, itu hasil kerja sama seluruh tim,” ucap dia.
Dengan penampilan ciamik itu, apakah Kee Hian berniat tampil lagi di pertandingan pemungkas melawan CLS Knights malam nanti? “Entah ya, kalau memang diminta, saya akan main. Saya hanya ingin membantu NBL, tidak ada niat unjuk gigi atau semacamnya,” papar Kee Hian.Diposting oleh Sandi Sulaiman di 22.31 0 komentar
Rabu, 09 Desember 2009
DUNK FREER PUKAU SURABAYA
Lakukan Alley-Oop Pertama di DBL Arena
SURABAYA - Aksi-aksi memukau langsung tersaji di hari pertama RP7 Surabaya International Challenge (SIC) 2009 di DBL Arena kemarin (4/12). Yang paling dahsyat adalah two handed dunk bintang Darwin Airport Resort All-Star Nick Freer dalam pertandingan melawan Malaysia NBL Selection.
Menerima umpan alley-oop dari Jarrod Sheppard di sisi kiri lapangan pada pertengahan kuarter ketiga, pemain yang berposisi forward itu dengan sempurna menceploskan bola ke ring lewat dunk bertenaganya.
Alley-oop adalah salah satu aksi yang paling memukau dalam pertandingan basket. Dibutuhkan skill dan timing yang bagus dari dua pemain yang melakukannya. Si pengumpan melepaskan umpan melewati atas ring. Kemudian, sang penerima umpan menyambut bola dengan melompat dan langsung membukukan poin. Alley-oop kolaborasi Jarrod dan Freer kemarin sangat istimewa karena diakhiri dengan two handed dunk. Freer semakin sempurna karena menjadi top scorer laga itu dengan 30 poin.
Tak pelak, aksi Freer tersebut mendapatkan pujian Azrul Ananda, commissoner DBL Indonesia, penyelenggara RP7 SIC. “Alley-oop yang dilakukan Jarrod bersama Freer tadi (kemarin, Red) menjadi sejarah tersendiri di DBL Arena Surabaya yang selesai dibangun Juli 2008. Itu adalah kali pertama aksi hebat tersebut dilakukan di gedung ini,” puji Azrul.
Tidak hanya menyuguhkan aksi-aksi memukau, Darwin All-Star juga mengakhiri pertandingan tersebut dengan kemenangan besar 105-65.
Kemenangan itu terbilang istimewa. Sebab, sejak awal Darwin tidak turun dengan kekuatan penuh. Salah seorang pemainnya, Bayi Handy, terpaksa tidak bisa masuk skuad lantaran kondisinya tidak fit. Padahal, dia diplot menjadi pengganti Jarrod yang baru pulih dari cedera engkel ringan.
Dilihat dari permainan, Darwin memang unggul segalanya atas tim asal negeri jiran tersebut. Mulai postur tubuh hingga organisasi antarpemain yang cukup rapi. Keunggulan itu membuat Darwin leluasa menerapkan strategi apa pun.
Itu sudah tampak sejak kuarter pembuka. Dengan menerapkan zone defense ketat, tim asal Darwin, Northern Territory Australia, itu sukses mematikan alur serangan NBL. Apalagi, akurasi tembakan tiga angka para pemain NBL yang dibesut Teh Choon Yen tersebut sangat buruk. Sehingga, di kuarter pertama Marcus Ch’ng dkk merajalela dan langsung leading 21-7.
“Kami memaksimalkan semua potensi dengan baik. Defense dan offense sangat bagus. Komunikasi juga lancar. Game ini cukup berat, tapi menyenangkan,” papar Murray Brown, manajer Darwin All-Star, setelah pertandingan.
“Ini ujian yang bagus untuk skuad kami. Anak-anak bisa menikmati permainan. Semakin mereka nyaman, mereka bisa mengeluarkan kemampuan terbaik,” lanjut Brown.
Ucapan Brown tidak salah. Setelah unggul 53-22 di kuarter kedua, Ch’ng dkk kian menunjukkan dominasi. Puncaknya terjadi di pertengahan kuarter ketiga, saat kolaborasi Jarrod dengan Nick Freer sukses melakukan alley oop cantik.
Di kuarter penentu, Don Sheppard yang merasa aman menarik sejumlah pemainnya. Yakni, Simon Conn, Freer, dan Jarrod. Itu dimanfaatkan oleh NBL. Mengandalkan duet guard Ooi Ban Sin dan Gan Hong Hoong, mereka mengumpulkan poin lewat tembakan tiga angka. Namun, kondisi telat panas itu membuat mereka gagal mengejar ketertinggalan.
Kubu NBL dengan lapang dada mengakui kekalahan tersebut. “Yang bisa saya katakan, kami menghadapi tim yang sangat hebat. Semua kredit layak disampaikan kepada mereka,” kata asisten pelatih NBL Paul Daniel.
Menurut Daniel, timnya juga tidak bisa dibilang komplet. Beberapa pemain sedang tidak fit. Dampaknya baru terasa di kuarter terakhir, ketika dua forward NBL kena foul out.
“Tidak ada yang salah dengan tim ini. Hanya, lawan memang sangat kuat. Harapan kami tinggal mencuri angka dari dua tim Indonesia. Meskipun, saya dengar mereka juga sangat kuat,” tutur Daniel.Diposting oleh Sandi Sulaiman di 20.48 0 komentar
Kamis, 03 Desember 2009
Datang, Langsung Latihan
kemarin tanggal 03 12 09 Peserta RP7 SIC Serbu Kota Pahlawan
SURABAYA - Empat kontestan RP7 Surabaya International Challenge (SIC) 2009 akan memanasi “mesin perangnya” hari ini. Kecuali Malaysia NBL Selection, seluruh kontestan bakal menghelat latihan di DBL Arena Surabaya yang menjadi venue even basket profesional internasional pada 4-6 Desember itu.
CLS Knights yang merupakan kebanggaan Kota Pahlawan bakal jadi tim pertama yang menjajal lapangan DBL Arena Surabaya. Agustinus Indrajaya dkk akan menggeber latihan di gedung basket termegah di Surabaya itu selama dua jam, mulai pukul 08.00.
Garuda Flexi Bandung tidak kalah bersemangat. Meski baru tiba di Surabaya pada pukul 09.40, Denny Sumargo dkk berencana langsung berlatih di DBL Arena pada pukul 14.00-16.00. Latihan itu cukup penting karena Garuda belum pernah bermain di DBL Arena. Hanya I Made “Lolik” Sudiadnyana yang pernah bermain di sana, ketika membela Bhinneka Solo pada SIC 2008.
Darwin Airport Resort All-Star juga tak mau berleha-leha. Meskipun menjadi salah satu tim yang diunggulkan, mereka tak ingin terlena dengan status itu. Tim asal Australia tersebut bakal menjajal lapangan pada pukul 10.30-12.00. Seperti Garuda, skuad Darwin Airport Resort All-Star baru menginjakkan kaki di Surabaya pada pukul 09.00.
“Kami memang tidak boleh santai menghadapi even tersebut. Apalagi, itu adalah even internasional. Kami juga membawa nama negara di kejuaraan tersebut. Hanya beristirahat sebentar bukan masalah bagi kami,” terang Raoul Miguel Hadinoto, pelatih Garuda.
NBL tidak bisa menjajal lapangan karena baru tiba di Kota Pahlawan malam. Untung, beberapa pemain yang turun di SIC 2008 dipertahankan. Salah seorangnya adalah Tan Kian Hoong.
Sementara itu, semangat esktra diusung Lolik. Dia bertekad menjadikan RP7 SIC sebagai ajang penebus dosa. Itu seiring dengan aksi mundur Bhinneka Solo pada SIC 2008. Meski bukan orang yang mengambil keputusan tersebut, dia adalah pemain yang berpengaruh di tim kala itu.
“Saya ingin penonton terkesan dengan permainan yang kami peragakan, bukan aksi anarkistis. Saya berharap kejadian tersebut tak terulang. Kejadian 2008 saya harapkan menjadi yang pertama dan terakhir. Apalagi, itu kan even yang bisa dikatakan turut berpengaruh terhadap nama Indonesia,” ucap Lolik.
Ya, SIC 2008 memang ternoda dengana aksi anarkistis. Pelakunya adalah pemilik Bhinneka, Halim Sugiarto. Dia menyerang wasit karena tidak puas dengan keputusan wasit dalam pertandingan melawan CLS Knights.
Mengenai kekuatan lawan, Lolik cukup optimistis Garuda mampu berbuat banyak. Menurut dia, Garuda bisa mengambil poin saat bersua CLS serta wakil Malaysia, NBL Selection.
“Kalau pemain lokal Malaysia, mungkin tingginya hampir sama dengan kami. Yang harus diwaspadai adalah pemain asing mereka dari Filipina dan Afrika,” tambah pebasket berambut gondrong tersebutDiposting oleh Sandi Sulaiman di 21.22 0 komentar
Sabtu, 28 November 2009
IBL Jalan tanpa Sponsor Utama
Tak Singgahi Pontianak dan Medan, Jadi Jakarta Sentris
Masalah keuangan pelik menerpa Indonesian Basketball League (IBL) 2009. Dalam rapat Dewan Komisaris IBL di Jakarta kemarin (12/1), kompetisi basket paling bergengsi di tanah air itu akhirnya diputuskan bergulir tanpa sponsor utama.
Hingga sepekan menjelang start IBL 2009 pada 22 Januari nanti, promotor Mahaka Sports dan TVOne tidak kunjung menemukan sponsor utama. Karena itu, jika sebelumnya selalu ada embel-embel salah satu mereka rokok pada titel IBL, musim ini tidak akan ada lagi.
Tanpa sponsor utama, praktis dukungan keuangan untuk IBL 2009 menurun drastis. Promotor pun mau tidak mau harus menghemat. Cara yang dipilih, ternyata, begitu menyakitkan. Meski berlabel kompetisi basket paling bergengsi di Indonesia, IBL 2009 hanya akan berkutat di Jawa. Pontianak dan Medan yang menjadi home base Citra Satria dan Angsapura dipastikan tidak disinggahi IBL 2009.
Sebaliknya, IBL akan terkesan Jakarta sentris. Selain menjadi tuan rumah seri pembuka, rencananya mereka akan kedatangan IBL dua seri lagi menjelang berakhirnya babak reguler.
“Kami tetap mempertahankan 90 game pertandingan pada IBL kali ini, seperti musim lalu. Tapi, untuk mengurangi pengeluaran, kami akan mengurangi jumlah kota yang dilewati,” ungkap Hasani Abdulgani, direktur Mahaka Sports, setelah rapat Dewan Komisaris IBL di Jakarta kemarin (13/1).
Sebenarnya, menurut Hasani, ada dua investor yang mau menjadi pengganti Sampoerna A Mild yang sejak 2003 menjadi mitra utama IBL. Namun, harga yang mereka tawarkan dianggap tidak cukup untuk menjadi sponsor utama.
Akibat krisis sponsor itu, tidak hanya babak reguler yang “dikekang”. Laga all star yang menampilkan pertarungan pemain terbaik musim ini belum terjadwal dalam agenda IBL.
Namun, Hasani membantah bahwa upaya penghematan itu akan manjatuhkan kualitas kompetisi. Medan dan Pontianak, menurut dia, tetap bisa menjadi tuan rumah IBL 2009 jika tim mereka lolos ke playoff. “Kami akan berlakukan sistem home-away untuk babak playoff. Ini sistem baru agar tim-tim tak terlalu bergantung kepada sponsor,” jelas pria berkacamata itu.
Namun, Angsapura belum bisa menerima keputusan tersebut dengan lapang dada. Peluang menjadi tuan rumah melalui jalur playoff seolah menjadi mission impossible bagi mereka. Di tengah dominasi tim-tim Jawa, selama ini mereka sudah cukup puas untuk tidak menjadi tim juru kunci. Karena itu, tuan rumah babak reguler sangat berharga bagi pencinta basket di Medan untuk menyaksikan pertandingan basket kelas nasional. “Seharusnya, promotor mengajak kami duduk satu meja untuk menentukan tuan rumah seri reguler. Kenapa mereka memutuskan sendiri?” keluh Amran Andy Sinta, general manager Angsapura.
Selain penyempitan sebaran IBL, tidak adanya sponsor utama itu membuat promotor mengurangi subsidi untuk tim. Promotor tidak mau menyebutkan nilainya. Namun, sebagai gambaran, tahun lalu Bhinneka Solo yang lolos empat besar mendapat subsidi untuk transportasi pergi-pulang Rp 600 ribu per orang ke Jakarta. Akomodasi hotel Rp 270 ribu per kamar. (Jawa Pos)
Diposting oleh Sandi Sulaiman di 19.22 0 komentar
Selasa, 24 November 2009
Awas, Malaysia Lebih Kuat
Demi Pertahankan Gelar, Turunkan NBL Selection pada RP7 SIC 2009
Gerak cepat dilakukan National Basketball League (NBL) Malaysia. Liga basket tertinggi di Negeri Jiran itu kemarin sudah memastikan tim yang akan diterjunkan pada RP7 Surabaya International Challenge (SIC) 2009. Dalam even di DBL Arena pada 4-6 Desember tersebut, mereka akan menurunkan Malaysia NBL Selection.
Sesuai dengan namanya, tim itu nantinya akan diperkuat pemaim-pemain terbaik dari NBL. Itu mereka lakukan demi mempertahankan gelar juara yang mereka rebut pada edisi pertama SIC tahun lalu. Saat itu, Malaysia menurunkan Segamat Johor. Besar kemungkinan, NBL Selection lebih kuat dari Segamat.
”Tim ini akan berisi pemain pilihan dari tim-tim yang ada di NBL Malaysia. Kami tentu berharap bisa meraih hasil maksimal di Surabaya International Challenge,” ujar Kee Tan, commissioner NBL Malaysia.
Menurut Kee Tan, saat ini proses seleksi tim NBL Selection sedang berlangsung. Sepekan ke depan susunan tim lengkap bisa diumumkan. Tapi, saat ini sudah ada beberapa pemain hebat yang telah dipilih. Diantaranya adalah Ooi Ban Sin dari tim Perak Farcochem dan Tan Kian Hoong dari Segamat Johor.
”Ooi Ban Sin adalah salah seorang point guard terbaik Malaysia saat ini,” ungkap Kee Tan.
Tan Kian Hoong tidak kalah istimewa. Tahun lalu, pemain serba bisa dengan tinggi 192 cm itu ikut mengantarkan Segamat Johor menjadi juara SIC. Catatan tambahan, pemain berambut lurus itu pada 2006 juga menjadi MVP final NBL.
Seperti tahun lalu, NBL Selection juga akan diperkuat pemain asing. Bedanya, kalau tahun lalu satu saja asal Amerika, tahun ini mereka akan menurunkan dua pemain impor sekaligus. ”Seorang dari Filipina, seorang lagi dari Australia,” jelas Kee Tan.
Filipina memang kiblat basket Asia Tenggara. Selama ini mereka kerap mengekspor pemain ke negara-negara tetangga termasuk Indonesia, ketika beberapa tahun lalu IBL menggunakan pemain asing. Soal pemain Australia, mereka juga tidak bisa diremehkan. Sebab, negeri di belahan selatan itu memiliki tradisi olahraga yang bagus hampir di semua cabang.
Dengan konfirmasi NBL Selection, lengkap sudah formasi empat tim RP7 SIC 2009. Tiga tim lain adalah Darwin Airport Resort All-Star serta dua raksasa Indonesia Garuda Flexi Bandung dan tuan rumah CLS Knights Surabaya.
”Kami senang dengan keputusan Malaysia mengirimkan NBL Selection. Ini menambah jajaran tim kuat yang akan berlaga di RP7 SIC 2009,” ujar Masany Audri, general manager DBL Indonesia, penyelenggara RP7 SIC. ”Semoga penampilan mereka bisa menghibur penggemar basket di Surabaya,” tambahnya.
RP7 SIC 2009 tidak hanya akan menyajikan pertandingan basket berkelas internasional. Di hari terakhir even tersebut (Minggu, 6 Desember), para pemain akan unjuk kebolehan dalam RP7 Slam Dunk Contest, Flexi Three Point Contest, dan Beat Speed Challenge.
- Surabaya International Challenge diadakan kali pertama oleh DBL Indonesia pada 2008. Pada tahun kedua ini, RP7 sebagai produk pelumas multi-purpose menjadi tittle partner. Selain RP7, Flexi dan Honda juga hadir sebagai official partner. (ru/ang)
Diposting oleh Sandi Sulaiman di 21.07 0 komentar
Kamis, 19 November 2009
Kisah Pemain-Pemain Junior Berbadan Senio
Tinggi badan anak SMP yang wajar adalah 150–170 cm. Tapi, Honda DBL Jr 2009 punya stok istimewa. Beberapa peserta kompetisi itu memiliki tinggi badan di atas 180 cm. Di lapangan, mereka jelas jadi andalan. Tapi, seperti apa kisah mereka di luar lapangan? Usia Kevin Putra Tiara belum 15 tahun. Cowok kelahiran 4 April 1995 tersebut baru saja naik ke tingkat terakhir di SMP Ciputra Surabaya. Tapi, ukuran tubuh Kevin luar biasa. Tingginya mencapai 195 cm!
Dengan tubuh setinggi itu, dia memutuskan untuk menekuni basket begitu masuk SMP. ”Disaranin sama Papa. Kata dia, kalau punya badan yang tinggi, rebound-nya bisa bagus. Sama teman-teman juga diajak main basket,” katanya. Sejak tahun lalu, Kevin berpartisipasi dalam kompetisi SMP Honda DBL. Tahun ini, dia kembali terdaftar sebagai peserta dan masuk tim inti. Posisi forward dia sandang saat membela Ciputra di lapangan.
Namun, ada satu hal yang bikin Kevin capek sebelum bertanding di Honda DBL Jr 2009. Yakni, masa-masa briefing sebelum masuk lapangan. Sebab, tinggi ruang ganti pemain dan tinggi badannya hampir sama. Kepalanya harus terus menunduk jika tak ingin terbentur. Selain ruangan berlangit-langit rendah, Kevin punya satu ”musuh” lagi. Yakni, mobil sedan. Dia punya pengalaman buruk dengan mobil beratap rendah tersebut. Saat berlibur bersama keluarga ke Jakarta pada September lalu, dia hendak jalan-jalan naik sedan. Seluruh keluarganya sudah masuk mobil. Hanya Kevin yang tersisa.
Karena itu, dia menjalankan prosedur singkat untuk naik sedan. Yakni, menunduk rendah, jongkok, baru kemudian duduk. Malangnya, saat jongkok, celana jins yang dipakainya sobek. ”Mungkin, karena mobilnya pendek banget, aku harus jongkok lebih rendah. Makanya, celanaku sampai sobek. Aku langsung turun dan ganti celana. Duh, malunya,” ujar Kevin. Dia juga mengalami trauma. Dia ogah jika harus bepergian naik sedan.
Tinggi badan ekstra juga dimiliki Vincent Rivaldi Kosasih. Tinggi Vincent hanya sedikit di bawah Kevin, yakni 194 cm. Di sekolahnya, SMP Cita Hati Surabaya, dia merupakan murid yang paling tinggi. Padahal, dia masih kelas VIII. Usianya juga belum 14 tahun. Kisah Kenny Edison lain lagi. Dengan tinggi badan yang mencapai 187 cm, center tim putra SMP Angelus Custos 1 Surabaya tersebut mengaku lebih leluasa bermain basket. Termasuk melakukan gerakan-gerakan sulit seperti nge-dunk. Sekali gapai, tangannya sudah bisa menyentuh bibir ring.
Namun, dia punya masalah besar yang berkaitan dengan alas kaki. Sebab, ukuran sepatunya adalah nomor 46 dan jarang ditemukan di toko-toko sepatu di Surabaya. ”Sering, pas ada model yang aku seneng, nggak ada ukurannya. Udah coba keliling mal lain juga nggak ketemu. Akhirnya, kalau seneng sama model sepatu tertentu, aku nitip ke Om yang tinggal di Amerika,” jelasnya.
Diposting oleh Sandi Sulaiman di 00.20 0 komentar

